Sekilas Sosok Pengurus IDI Cabang Samarinda: 2006-2009
Dr Arie Ibrahim Sp BS (Ketua IDI Cabang Samarinda 2006-2009)
Dokter Spesialis Bedah Syaraf yang meskipun sibuk dengan urusan pisau bedahnya tapi ternyata waktu dan perhatiannya cukup besar dicurahkan untuk IDI Cabang Samarinda. Figur Ketua IDI kali ini dengan inovasi dan ide 2 yang cukup banyak, apabila didukung pengurus yang tangguh dan punya kelebihan masing2 dirasakan akan cukup banyak kegiatan2 yang diluncurkan dipenghujung tahun depan 2008.
Selain juga menjabat sebagai Pembantu Dekan bidang Pengembangan dan Perencanaan – Kerjasama di PSKU Univ. Mulawaran ini dia memulai karirnya sebagai dokter Spesialis Bedah Syaraf di RSUD A.Wahab Sjahranie Samarinda sekaligus Kepala SMF Bedah Saraf RSUD A Wahab Sjahranie pada tahun 1995.
Tak banyak harapannya untuk organisasi, selain bermanfaat untuk anggota tapi juga masyarakat Kota Samarinda, untuk itu…ayo kita dukung beliau.
Bagi yang mau kontak, usul dan saran bisa mengunjungi mail : ariens2006@yahoo.com <mailto:ariens2006@yahoo.com>.
Dr Syafardi Ibrahim, SpOG
Dengan pengalaman dan jam terbang yang cukup lama, sosok Bapak yang berasal dari Padang ini ikut mewarnai kepengurusan sebagai Wakil Ketua I.
Dengan didampingi beliau yang pada periode sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua MKEK, dan Wakil Ketua I diharapkan kepengurusan ini mampu memecahkan masalah2 malpraktek yang akhir2 ini cukup banyak menjadi sorotan publik.
Dr Syafardi, Sp OG dengan komitmen nya masih mau membantu di IDI Cabang ini memulai karirnya di Samarinda pada tahun…….dan sekarang masih menjabat sebagai Ketua SMF Obsgyn A W Syahrani Samarinda.
Dr Ismid Kosasih
Sebagai Wakil Ketua II dikepengurusan IDI Cabang kali ini, adalah seorang bapak yang tegar sesuai dengan penampilannya.
Sebagai Kasi Perijinan Dinas Kesehatan Kota Samarinda, tak salah kalau dr Arie memilih mendampingi kiprahnya di IDI.
Sosok yang dilahirkan di Samarinda pada tahun …….-dikenal dengan nasehat2 nya yang cukup bijak meskipun tidak sebanding diusianya, tentu bisa menjadikan konflik2 yang ada di IDI diselesaikan dengan lebih bijak.
Meskipun kesibukannya di Dinas yang diandalkan untuk menghandel Medicall Center nya Porwanas, Puspenas dan PON yang akan datang, dr Ismid tetap punya Komitmen memajukan IDI.
Dr Ani Widyastuti
Dokter yang memulai karir sebagai dokter Puskesmas di Mangkupalas Samarinda Seberang sejak tahun 1995 dan sekarang menjadi pimpinan Puskesmas Lempake.
Sekretasis IDI merupakan tempat yang pas untuk sosok ibu yang sejak SMP sudah senang berorganisasi.
Menjadi dokter teladan ke tiga di tahun 2006 untuk Tingkat Kalimantan Timur bukan tujuan utama karirnya, akan tetapi ada yang lebih di syukurinya ketika menerima penghargaan dari Gubernur Kaltim bersama anak tercinta Rahardian yang sempat meraih penghargaan Lomba Ilmiah Pelajar Tingkat Nasional tahun 2006.
Dengan pengalamannya itu diharapkan dapat membuat organisasi IDI sebagai organisasi yang berwibawa dan kokoh.
Dr Sisca Nelwan, MKes
Dr Sisca, ibu yang berasal dari Manado, sekarang juga menjadi Kepala Teratai meskipun baru memulai kiprahnya di IDI tapi tak diragukan lagi kemampuannya yang tangguh dalam membantu organisasi ini.
Dibuktikan dengan komitmennya mensukseskan Pertemuan Ilmiah Tahun ini, tak salah kalau Ketua IDI menempatkannya di Pengurus Harian.
Selain kesibukannya di RSU A Wahab Syahrani, sebagai seorang dosen ……………..di PSKU Universitas Mulawarman juga ditekuninya sejak tahun………….
Dr Achlia Dahlan, M Kes
Sosok keibuan dr Achlia dipilih dr Arie untuk memperkuat Sekretaris IDI, Sebagai Seorang PNS di Dinas Kesehatan Tingkat I ini, ternyata juga seorang figur yang tegar. Dengan jam terbangnya yang cukup lama di Dinas Kesehatan Tk I, akan menjadi lebih mudah dan cepat informasi-informasi baru di bidang kesehatan di dapatkan.(ani).
Ibu dengan —–anak, dilahirkan dan dibesarkan di Bandung, dipercaya menjadi Sekretaris II IDI Cabang Samarinda periode 2006-2009.
Dr Rini Retno Sukesih, M Kes
Tak salah kalau beliau dipilih sebagai Kasie Baksos, karena dengan perannya yang cukup penting di Dinas Kesehatan ( sebagai Ka TU ), IDI akan lebih mudah mengakses kegiatan2 sosialnya.
Dr Rini yang menolak menjadi salah satu pengurus harian ini, diharapkan bisa mengayomi junior2 nya di IDI.
Ibu dengan kelahiran Jogjakarta dan Alumni UGM tahun……mengawali karirnya sebagai dokter puskesmas di ………….pada tahun……….
Dr Hatmoko
Dokter yang pernah mendapatkan gelar “Rajanya Palaran” dari beberapa teman sejawat, memang tak salah karena sampai sekarang kiprahnya tetap di lakukan di ujung kota Samarinda.
Idealisme dan inovasinya tidak hanya disumbangkan gratisan ke Dinas Kesehatan tapi juga di kalangan blogger dan media maya, tak salah kalau dr Arie menempatkannya sebagai Koordinator TI dan Informasi. Dengan keahlian yang otodidak ini, dr Hatmoko memulai dan merintis blog dan WordPress nya cakmoki Blog, Puskesmas Palaran dan sekarang IDI cabang Samarinda.
Dokter yang selama ini selalu menolak honor dari IDI yang diberikan untuk tutor2 nya, siap menemani bagi yang mau chating sampai pagi.
Bagi yang mau belajar dan mau begadang sampai pagi, bisa mengunjungi situs2 nya.
Ayo siapa menyusul.
Dr Lianda Siregar Sp PD
Spesialis penyakit dalam yang tak diragukan lagi karirnya di IDI Cabang Samarinda. Dokter yang dari dulu dengan ikhlas berperan menggalang dana untuk IDI dan dengan perannya memajukan Pengembangan Ilmu Kedokteran bagi dokter di Samarinda.
Sosok yang selalu di cari oleh med rep ini, mengawali karir nya di Samarinda sejak tahun……. ., dan sekarang di harapkan oleh IDI di Sie Ilmiah untuk meningkatkan kompetensi dokter di Samarinda.
Keikhlasannya dan komitmennya dalam membantu penggalangan dana patut kita acungi jempol. Bravo dr Lianda.
Dr Mangalindung Sp B
Dari nada bicaranya sudah kelihatan darimana spesialis yang satu ini berasal, sebagai Koordinator Sie Ilmiah tak pelak lagi disitulah tempat yang pas, dokter bedah kelahiran Aritonang ini, sampai sekarang masih aktif di UPF Bedah RSU A W Syahrani. Harapan teman sejawat untuk mengembangkan ilmu ada di pundaknya, usulan dan masukan untuk kegiatan ilmiah, dr Mangalindung akan menerima dengan tangan terbuka.
Dr. Tri Hendro Priyanto, Sp.M.
Dokter Spesialis Mata kelahiran Jogjakarta ini mengawali karir nya sebagai dokter Puskesmas Kecamatan Pesugihan, Cilacap, Alumni Universitas Padjajaran Bandung ini di IDI di percaya sebagai Koordinator Sie Kesejahteraan. Sosok bapak dengan 2 anak dan 2 cucu ini terlihat bugar dan jauh lebih muda dari usianya, karena olah raga tenis, tenis meja dan juga berenang tetap dilakukan secara rutin sampai saat ini.
Selain sebagai Penasehat di UPF Mata, di IDI Cabang Samarinda diharapkan bisa mengayomi dan memberikan kesejahteraan bagi anggota yang konon katanya sudah pada sejahtera. Program yang sudah diluncurkan di tahun 2007 ini selain penjajagan dengan Property, Bank, juga kerjasama dengan PT Matahari Departement Store dan PT Gramedia Cabang Samarinda.
Mari kita tunggu luncuran program kerjanya di tahun 2008.
Selanjutnya menyusul lagi…..
:: :: :: dr. Ani Widyastuti :: :: ::



Halo,
Saya gembira melihat Dr. Ismid Kosasih, menjadi tulang punggung IDI Samarinda. Memang sejak jaman perkuliahan duluuuuuuu beliau adalah orang yang tegar, penuh dedikasi dan komitment. Saya nggak akan heran kalau Medical Center PON akan sukses dibawah supervisi beliau.
Salam
Kace
PS. Med, Kalau ada waktu email ke aku yaa….:-)
@ Dr. Kace Keiluhu,
halo, jua
ok, ntar akan disampaikan ke beliau ya …